Palopo, Humas FEBI –Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar Sidang senat terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Periode IV Tahun Akademik 2023/2024, di Gedung Auditorium Phinisi IAIN, Sabtu 21 Desember 2024.
Adapun Senat Terbuka dibuka langsung Ketua Senat IAIN, Dr Hisban Thaha, M.Ag dan dihadiri Pimpinan IAIN, pengurus DWP IAIN serta para mitra kerja IAIN Palopo.
Pada periode wisuda ini, IAIN Palopo mengukuhkan 603 Wisudawan. Terbagi atas dua sesi.
Dimana sesi pertama, pada pukul 08.30 hingga 11.30 Wita dengan 302 peserta. Kemudian sesi dua digelar pada pukul 13.30 hingga 16.30 Wita yang diikuti 301 peserta wisudawan.
Masing-masing para wisudawan berasal dari Program Pascasarjana sebanyak 44 orang. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 206 orang. Kemudian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 213 orang serta Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) 45 orang dan Fakultas Syariah sebanyak 95 orang.















Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji saat menyampaikan pesan Al jamiah menyampaikan, hari ini para wisudawan beralih status dari mahasiswa menjadi sarjana. Itu berarti akan mengalami perubahan lingkungan.
Ketika masih berstatus mahasiswa ada banyak privilege. Salah satunya ketika dapat nilai tunda, masih bisa diprogramkan ulang, serta keistimewaan-keistimewaan lainnya.
Menjadi sarjana itu tidak lagi seperti itu, Anda dianggap oleh masyarakat, itu serba bisa. Ketika sarjana melakukan kesalahan sekecil apapun ditengah masyarakat, tidak ada lagi namanya program ulang, “yang ada Anda dianggap gagal,” ucap Rektor Abbas
Dihadapan para wisudawan, Rektor berpesan setidaknya alumni memiliki karakter seperti akronim AIR, yakni Adaptasi, Integritas serta Rendah hati.
Dikatakannya, seorang Sarjana dimanapun dia berada harus mampu beradaptasi. Menyesuaikan dirinya dengan lingkungan apa saja.
“Karena jika tidak mampu menyesuaikan diri, beradaptasi, maka akan tertinggal,” ucapnya.
Kemudian Integritas, dimanapun itu integritas menjadi syarat bagi seseorang untuk berkembang dimanapun itu. Karena sesungguhnya integritaslah yang membuat seseorang menjadi bernilai.
“Dimanapun integritas selalu menjadi syarat, meskipun dengan bahasa yang berbeda,” sebut Abbas.
Selanjutnya kata dia, sikap Rendah Hati. Sesungguhnya seseorang yang selalu bersikap rendah hati akan memiliki hubungan sosial yang baik dengan siapapun.
Ia tentunya akan disukai dan dicintai oleh orang sekitarnya. “Paling tidak, ia tidak akan menemukan masalah dalam hidupnya,” terangnya.
Tidak lupa juga Rektor menyampaikan terima kasih kepada para orang tua wisudawan. Dimana telah menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di IAIN Palopo.
“Selanjutnya kami titipkan para alumni di kembali ke lingkungan bapak ibu. Harapan kami bisa bermanfaat,” sebutnya.
Sementara itu mewakili para alumni, wisudawan terbaik Institut asal Prodi Manajemem Pendidikan Islam, Andi Yahya Intani, S. Pd mengungkapkan, pihaknya berterima kasih atas pembinaan selama ini di IAIN Palopo.
Tak lupa juga mewakili para wisudawan, ia berterima kasih kepada orang tua. Karena doa dan cinta yang terus mengiri langkah, sehingga pihaknya dan wisudawan lainnya sampai pada titik seperti ini.
“Tidak ada kata yang bisa menggambarkan, semoga apa yang kami lakukan diridhoi oleh Alloh SWT, ” ujarnya.
Untuk diketahui, Adapun wisudawan terbaik pada periode wisuda sarjana dan magister periode IV yakni, Imam Fadli, SPd, M.Pd dengan meraih IPK 4.00 asal Program Pascasarjana. Kemudian Andi Yaya Intani SPd dengan IPK 3.81 asal Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Pelaksanaan wisuda berjalan lancar dengan khidmat. Para wisudawan begitu antusias mengikuti wisuda didampingi para orang tua dan wali masing-masing.
Editor: Inal

