Palopo, Humas FEBI – Dalam suasana penuh kebersamaan dan harapan, Pemerintah Kota Palopo menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kota Palopo. Acara berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palopo pada Kamis 10 April 2025, mengangkat tema “Palopo Kota Jasa yang Maju, Harmoni, dan Inklusif.”
Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman, Pj Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., Ketua DPRD Kota Palopo Darwis, serta jajaran Forkopimda dan unsur pemerintah lainnya.
Turut hadir pula, Rektor IAIN Palopo dengan diwakili oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Muhammad Ilyas, S.Ag., M.A.
Dalam wawancara singkatnya, Muhammad Ilyas menyampaikan harapan besar untuk kemajuan Kota Palopo:
“Semoga Palopo ke depan bisa semakin maju dan menjadi kota yang membanggakan kita semua,” ungkapnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya menjaga stabilitas sosial menjelang Pilkada mendatang.


“Saya ingin Palopo ini menjadi contoh bagi daerah lain, terutama sebagai kota yang damai saat Pilkada. Saya doakan Palopo sebagai Kota Jasa yang Maju, Harmoni, dan Inklusif benar-benar dapat terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Palopo, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan Kota Palopo harus disertai dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Ia juga memaparkan langkah strategis pemkot, termasuk program makan gratis sebagai upaya nyata untuk peningkatan kesejahteraan.
“Sejarah mencatat Palopo sebagai kota yang terus berkembang. Kita patut bersyukur atas kontribusi yang kita berikan bersama. Mari kita galang dukungan dan jaga ketertiban demi suksesnya Pemilihan Ulang yang damai dan demokratis,” ajaknya.
Perayaan Hari Jadi ke-23 Kota Palopo menjadi refleksi kolaboratif antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk menjadikan Palopo sebagai kota jasa yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga harmonis dan inklusif dalam sosial budaya.
Editor: Arifuddin Tambong
Kontributor: Inal

