Palopo (Humas FEB) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo kembali menorehkan langkah inovatif dalam membangun hubungan yang harmonis antara kampus dan masyarakat. Melalui Forum Silaturahmi dan Sinergi Kampus bersama Unsur Tiga Pilar Kewilayahan dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yang digelar di Ruang Rapat Lantai II FEBI UIN Palopo, Rabu (15/7/2026), FEBI menjadi fakultas pertama yang menginisiasi forum kolaboratif bersama pemerintah kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan LPMK di lingkungan sekitar kampus.
Forum ini dihadiri oleh Lurah Balandai, Lurah Temmalebba, dan Lurah Rampoang beserta unsur Tiga Pilar pemerintah Kelurahan dan Ketua LPMK, Dekan FEBI UIN Palopo Dr. Hj. Anita Marwing, S.H.I., M.H.I., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, serta jajaran pimpinan fakultas.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara kampus dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan pembangunan sosial di wilayah sekitar.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Palopo, Dr. Hj. Anita Marwing, S.H.I., M.H.I., menegaskan bahwa kampus dan masyarakat merupakan dua elemen yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan.
“Kami ingin membangun komunikasi yang cepat, terbuka, dan berkelanjutan. Jangan sampai kita baru saling berkoordinasi ketika persoalan sudah membesar. Jika terdapat perilaku mahasiswa yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, kami berharap hal tersebut dapat segera disampaikan karena pembinaan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurut Dr. Hj. Anita Marwing, S.H.I., M.H.I. selaku Dekan FEBI , forum ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mendengar secara langsung berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar kampus.
“Harapan kami, forum ini mampu melahirkan jalur komunikasi yang jelas, pemetaan persoalan yang dihadapi, serta langkah-langkah konkret yang dapat kita lakukan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan harmonis,” tambahnya. Forum yang Telah Lama Dinantikan
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta menyampaikan apresiasi atas inisiatif FEBI UIN Palopo yang dinilai menjadi terobosan penting dalam membangun komunikasi antara kampus dan pemerintah wilayah.
Selama ini, berbagai persoalan yang melibatkan mahasiswa di luar lingkungan kampus kerap menemui kendala dalam penanganannya karena belum adanya jalur komunikasi yang terstruktur antara pemerintah kelurahan dan pihak kampus.
“Kami sangat mengapresiasi forum ini. Selama ini ketika ada persoalan yang melibatkan mahasiswa, kami sering kali tidak mengetahui pihak kampus yang harus dihubungi. Dengan adanya pertemuan ini, koordinasi akan menjadi lebih cepat dan efektif,” ungkap salah seorang lurah.
Hal senada disampaikan unsur Bhabinkamtibmas yang menilai komunikasi sebagai fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Banyak persoalan dapat dicegah apabila komunikasi dibangun sejak awal. Kami berharap forum seperti ini dapat menjadi agenda rutin sehingga sinergi antara kampus dan unsur kewilayahan semakin kuat,” tuturnya.
Sementara itu, unsur Babinsa menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam melakukan pembinaan terhadap mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya warga kampus, tetapi juga bagian dari masyarakat. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara bersama-sama agar tercipta lingkungan yang kondusif dan saling mendukung,” katanya.
Para Ketua LPMK pun berharap hubungan yang terjalin tidak hanya terbatas pada penyelesaian persoalan, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Dorong Program Kolaboratif yang Berdampak
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian bersama, mulai dari aktivitas mahasiswa di rumah kos, ketertiban dan kebersihan lingkungan, aktivitas hingga larut malam, pentingnya pendataan penghuni rumah kos, hingga penguatan pembinaan karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan norma kehidupan bermasyarakat.
Tidak hanya membahas tantangan yang ada, para peserta juga memberikan berbagai masukan konstruktif kepada FEBI UIN Palopo. Mereka berharap kampus dapat melibatkan pemerintah kelurahan dan unsur kewilayahan dalam pelaksanaan berbagai program, seperti pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan UMKM, edukasi literasi keuangan syariah, serta kegiatan kemahasiswaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan diyakini akan menjadikan program-program kampus lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak yang lebih luas.
Tiga Komitmen Bersama
Forum silaturahmi ini menghasilkan tiga komitmen utama yang akan menjadi pijakan dalam membangun kemitraan antara kampus dan masyarakat, yaitu:
1. Membangun jalur komunikasi resmi antara FEBI UIN Palopo dengan pemerintah kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua LPMK.
2. Melakukan pemetaan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa di lingkungan masyarakat sebagai dasar pembinaan dan penyusunan program bersama.
3. Menyusun langkah-langkah konkret dalam menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta mengembangkan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui forum ini, FEBI UIN Palopo tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan produktif.
Inisiatif ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi penguatan hubungan kampus dan masyarakat di Kota Palopo, serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya dalam membangun sinergi yang berkelanjutan demi kemajuan bersama.



