FEBI UIN Palopo Matangkan Agenda Strategis Menyambut Semester Ganjil 2025/2026
Palopo, Humas FEBI – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palopo menggelar rapat pimpinan pada Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat FEBI. Rapat ini menjadi momen penting dalam rangka mempersiapkan agenda akademik dan kemahasiswaan menjelang perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.


Rapat dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. Hj. Anita Marwing, S.H.I., M.H.I., dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan I, Ilham, S.Ag., M.A., Wakil Dekan II, Dr. Alia Lestari, S.Si., M.Si., dan Wakil Dekan III, Muhammad Ilyas, S.Ag., M.A.. Turut hadir pula Kabag Tata Usaha, Hijrawati Usman, S.E., M.Pd., para ketua dan sekretaris program studi, kepala laboratorium, dan BPP FEBI.
Dalam arahannya, Dekan FEBI menyampaikan sejumlah arahan penting hasil Rapat Pimpinan tingkat Universitas. Ia menekankan bahwa semester baru harus diawali dengan kesiapan matang, terutama terkait tiga hal utama: penyempurnaan kurikulum, distribusi mata kuliah, dan persiapan audit mutu internal.
“Ada beberapa keputusan universitas yang perlu segera kita tindak lanjuti bersama, termasuk jadwal pembukaan kuliah tanggal 1 September 2025, review kurikulum, distribusi, PBAK dan Pedoman akademik yang akan disosialisasikan pada PBAK mendatang,” ujar Dr. Anita.
Beliau juga menyampaikan pentingnya penyediaan koleksi buku fakultas untuk mendukung penguatan literasi akademik serta proses seleksi beasiswa LAZ berbasis IPK minimum.
Wakil Dekan I, Ilham, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa struktur kurikulum baru telah disesuaikan dengan format: 10 SKS institusi, 20 SKS fakultas, dan 120 SKS program studi. Ia juga mendorong segera dirampungkannya distribusi mata kuliah dan pentingnya penetapan SOP perbaikan nilai untuk menghindari ketidaksesuaian teknis yang kerap terjadi.
“Distribusi kurikulum harus selesai sebelum awal semester. Selain itu, standar SOP nilai juga penting agar semua dosen memiliki rujukan yang jelas saat menghadapi permintaan perbaikan nilai dari mahasiswa,” ujarnya.
Wakil Dekan II, Dr. Alia Lestari, S.Si., M.Si., menyarankan agar beberapa kegiatan dapat ditunda untuk mendukung kesiapan implementasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), terutama pada aspek pendampingan dan dokumentasi.
“Implementasi OBE tidak hanya soal dokumen, tapi juga perubahan pola pikir dan tata kelola. Oleh karena itu, ada kegiatan yang bisa dijadwal ulang demi memastikan kesiapan tim akademik dan administrasi,” jelasnya.
Wakil Dekan III, Muhammad Ilyas, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa alokasi anggaran kemahasiswaan akan diarahkan untuk mendukung penerapan OBE, termasuk kegiatan soft skills dan penguatan organisasi mahasiswa.
“Penerima beasiswa LAZ ditetapkan 20 orang per fakultas. Untuk KIP, proses seleksi akan melibatkan orang tua dan mekanisme pengganti penerima harus mengikuti prosedur resmi,” tambahnya.
Sebagai penutup, pimpinan fakultas kembali diingatkan untuk mulai mempersiapkan dokumen dan kelengkapan audit mutu internal (AMI) yang akan dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dalam waktu dekat. Komitmen kolektif dan koordinasi lintas unit menjadi kunci agar proses audit berjalan lancar dan mendukung peningkatan mutu kelembagaan secara berkelanjutan.

