IMG 5489 Scaled

Eratkan Tali Silaturahim, FEBI IAIN Gelar Buka Puasa Bersama: Dirangkaikan Syukuran Dosen Serdos FEBI TA 2024/2025

Eratkan Tali Silaturahim, FEBI IAIN Gelar Buka Puasa Bersama: Dirangkaikan Syukuran Dosen Serdos FEBI TA 2024/2025

Palopo, Humas FEBI – Dalam rangka mempererat tali silaturahim, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palopo menggelar buka puasa bersama di Kampus FEBI IAIN, Rabu 12 Maret 2025 kemarin.

Kegiatan ini dihadiri Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji, M.Ag, Kepala Biro AUAK, H Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd, para wakil rektor, Dekan dan Wakil Dekan FEBI, Kabag TU, Ketua dan Sekpro FEBI Serta para dosen dan tenaga pendidikan di Lingkup FEBI IAIN Palopo.

Adapun acara ini dirangkaikan sebagai bentuk rasa syukur para dosen FEBI yang baru saja lulus Sertifikasi Dosen (Serdos).  Untuk diketahui di FEBI sendiri sekitar 17 dosen meraih serdos untuk tahun anggaran 2024/2025.

Acara Bukber diawali dengan dzikir bersama dilanjutkan dengan tausiah oleh Rektor IAIN. Dalam pesannya, Rektor menyampaikan apa yang dicapai hari ini itu tidak lepas dari apa yang dilakukan oleh para pendahulu.

“Sebagai rasa syukur, mari kita doakan kebaikan  untuk para pendahulu kita,” sebutnya.

Mahasiswa angkatan 1993/1994 STAIN/IAIN Palopo ini menyinggung filosofi Gincu dan Garam kaitannya dengan kinerja. Dikatakannya, gincu itu tidak ada rasanya, apapun mereknya, berapapun harganya, semahal apapun, itu dipakai hanya di bibir saja.

Tidak ada rasanya, bahkan yang pakai juga tidak bisa melihatnya sepanjang hari Kecuali bercermin. Itupun pada saat digunakan.

“Menarik dilihat orang lain, tapi untuk diri sendiri hampir tidak ada manfaatnya,” ujarnya.

Begitupun dengan seseorang, cuma untuk performance saja, tapi untuk dilihat. Yang penting dilihat. Dia tidak dapat manfaat apa-apa, hanya untuk terlihat saja.

Ada juga filosofi Garam, garam itu harganya sangat murah, bisa didapatkan dimana-mana. Tapi tanpa dia, kapurung yang dibuat, bagaimanapun campuran bumbunya, kalau tidak ada garam maka tidak ada rasanya.

Bisa jadi dan saya yakin teman kita, seperti filosofi garam ini. Tidak tampil menonjol, bekerja di belakang layar, tapi kerjanya luar biasa.

“Untuk itu kita berterima kasih atas capaian yang diraih oleh IAIN Palopo selama ini,” terangnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *